Cet Mobille Standard Operation Procedure
( Collision Repair in General )
Langkah –lngkah dalam perbaikan body :
- Idendifikasi kerusakan yang terjadi.
- Tentukan cara penanganan, titik berat pada bagian yang akan dilakukan proses ; pemotongan, pengetokan, atau bagian yang harus di ganti dengan part baru dari ATPM. Perhatikan cara pelepasan komponen, agar tidak merusak komponen/panel lain yang berhubungan dengan bagian yang akan di perbaiki.
- Lakukan perbaikan panel, ( terutama pengembalian bentuk panel dan fungsinya dengan sebaik mungkin seperti bentuk sebelum terjadi kecelakaan/ kerusakan). Hal ini mencakup pekerjaan pengelasan ( sheet metal repair )
- Aplikasi Primer yang tepat untuk panel body yang bersangkutan yang akan di lakukan proses lanjut . ( menuju proses painting /pengecatan).
- Pemilihan warna sesuai dengan panel sekitarnya. ( ikuti warna dan kecerahan warna panel sekitarnya. Pemilihan clear coat yang lebih terang masih di ijinkan.
- Pendempulan, sanding, filler poxy, benar benar mengikuti aturan kerja yang di ijinkan oleh produsen, ikuti standart sanding yang baik. Lihat aturan grit sanding / amplas.
- Aplikasi panting : cek warna stelah di semprotkan ke body, baru lakukan aplikasi clear coat.
- Alikasi clear coat : pastikan panel sudah benar2 baik sebelum aplikasi.
- Polishing : kemungkinan terjadi kesalahan seperti kotoran, meleleh dan kesalahan lain masih cukup besar, ini biasanya sangat mutlak di lakukan.
- Pembersihan panel body lainnya dari abu dan debu sisa painting dan clear coat.
Berikut hal lebih detail dari proses perbaikan di atas :
- Idendifikasi kerusakan yang terjadi. Kejadian bila tabrakan, harus di perhatikan dengan baik. Arah kejadian tabrakan cukup penting di perhatikan, untuk mengira2 arah perubahan bentuk yang terjadi pada panel yang rusak, dan apakan kerusakan tersebut berakibat pada panel di sekitarnya. Untuk lebih cepatnya, perhatikan nat body, celah pada setiap panel, lis kaca keliling. Dan coba buka dan tutup bagian2 body, seperti pintu, kap mesin, bagasi dan jendela.
- Tentukan cara penanganan, Ini tergantung pada jenis panel, umumnya kendaraan memakai jenis pelat hss (high speed steel), dan plastik. Perhatikan cara perbaikan yang tepat untuk masing2 bahan. Contoh. ( Hss sebaiknya tidak di perlakukan panas dalam perbaikan, karena lebih gampang menjadi lemas atau berubah bentuk. Jenis plastik sebaiknya di panaskan dengan jenis plastik yang sama bila harus di tambal. Sekali lagi, tidak ada standart yang benar untuk memperbaiki plastik. ATPM memakai bahan ini memang dengan tujuan harus di ganti bila terjadi kecelakaan. ( pada kenyataan ; plastik tidak bisa menempel baik dengan dempul dan resin yang umumnya di pakai dalam repair. ) degan kata lain, garansi tidak mungkin bisa di berikan pada reparasi bahan2 plastik. Pendekatan pengecatan yang baik untuk plastik, bisa dengan menggunakan plastik primer.
- Lakukan perbaikan panel, Sebelum perbaikan, perhatikan cara pelepasan dan pemasangan komponen yang bersangkutan. Untuk kendaraan modern sekarang, kebanyakan komponen di pasang dengan menggunakan klem kancing yang jenisnya berbeda, dan pelepasannya harus cukup hati2, bila patah, harus membeli ke atpm, dan membuang waktu saat pembelian. ( untuk kendaraan jenis baru, ketersediaan klem kancing ini, masih cukup langka , apalagi untuk atpm yang ada di daerah. ( bukan di kota besar).
- Aplikasi Primer yang tepat . Untuk di besi atau steel, pakailah primer poxy yang kwalitasnya baik. Utuk plastik, usahakan memakai plastik primer yang berkwalitas baik. Untu aluminium, usahakan memakai eching yang tepat, dengan terlebih dahulu di cuci dengan acetic acid untuk menghilangkan lapisan tipis aluminium oxide, yang secara alami terbentuk bila aluminium bersinggungan dengan udara dalam jangka waktu lama. ( aluminium oxida mencegah oksidasi lanjut aluminium di bawanya dengan udara lingkungan) tapi dia mempunyai daya rekat yang tidak baik dengan logam Al di bawahnya. Usahakan setiap aplikasi pengecatan atau pemberian primer, kondisi permukaan harus bersih dari kotoran, air, sabun atau minyak. Ini dapat mengakibatkan daya rekat yang buruk dengan object yang bersangkutan.
- Pemilihan warna sesuai dengan panel. Usahakan pemilihan warna semirip mungkin dengan warna panel yang masih baik kondisinya. Amati warna dari arah depan(perpendicular ) dari samping, di bawah matahari, dan warna partikel juga besar partikel. Usahakan warna di lihat dari samping dan besar partikel metalic sesuai. Penting untuk mengetahui daya tutup cat yag bersangkutan. Bila tidak memungkinkan membuat warna dgn daya tutup baik, usahakan memakai dasaran yang sesuai dengan penampakan warna samping dari kendaraan yang bersangkutan. ( hal ini cukup penting, setelah kerja keras proses pengelasan dan lain sebagaina sebelumnya, hanya karena masalah warna, bengkel di cap jelek ole konsumen).
- Pendempulan, sanding, filler poxy. Pendempulan, harus di perhatikan dengan baik. Usahakan mendempul pada permukaan yang telah di berikan poxy primer atau primer besi bila tidak memungkinkan. Perhatikan suhu pelat jangan sapai terlalu lembab , akan berakibat pada daya rekat. Bila harus di lakukan, bekerjalah pada permukaan yang telah di hangatkan terlebih dahulu. Usahakan memulai dari bentuk nat / lekukan body kendaraan, memakai guide lurus, atau lengkung dari bahan yang cukup flexible. Pengamplasan sebaiknya di mulai dengan pencarian bentuk kasar terlebih dahulu, dengan menggunakan amplas kain paling kasar, baru selanjutnya menutup pori/ mencari homogenitas contour permukaan, dengan amplas 120 atau yang masih cukup kasar.pakailah bahan yang lurus sebagai dasar pengamplasan, untuk mencapai hasil yang cukup lurus. ( hasi yang benar2 lurus sangat mungkin di buat, dengan menggunakan bahan lurus yang cukup panjang, dan di lakukan cara ASM (advanced Sanding Procedure ). Lanjutkan dengan penghilangan jejak amplas kasar, sampai dengan amplas no. 360. Lanjutkan dengan aplikasi poxy primer, untuk poxy yang umum erdapat di pasaran, dengan kekentalan normal, epoxy akan mampu menutup jejak amplas no 360 ini. Bila tidak, usahakan lakukan epoxy lagi sekali, atau bantu dengan dempul tipis, agar jejak amplas atau lubang2 kecil dapat kita hilangkan. Perlakuan ini cukup penting, untuk membuat kendaraan yang bersangkutan mulus kembali. Menyerupai permukaan logam dasar baru dari pabrik, sebelum di cat. ( pekerjaan seperti ini adalah dasar dari pembuatan cetakan halus untuk barang yang mapu di cetak).
- Aplikasi painting : Permukaan poxy filler sebelumnya harus di amplas dengan amplas 600 atau yang lebih halus sampai benar – benar datar. Kecuali di kehendaki permukaan yang lebih kasar. Usahakan memakai sanding pad ( alas pengamplasan yang cukup konsisten bentuknya ). Perhatikan bagian2 yang akan di cat, dan yang tidak boleh terkena cat. Perhatikan bagian yang akan di lakukan penyambungan clear coat bila di wajibkan. Lakukan pentupan dengan koran bekas dengan rapi pada bagian yang tidak perlu di cat atau di clear coat. Setelah pengecatan, usahakan menunggu kering, dan cek lagi sekali warna yang telah kita aplikasikan, apakah sudah sesuai, dengan cara memberikan cahaya putih pada body, dan body di basahi dengan campuran sabun cair yang di oleskan pada cat yang sudah kering, bandingkan dengan body yang asli, air sabun meniru kondisi cat tersebut setelah di aplikasikan clear coat. Ini sebaiknya kita lakukan, kadang2 cara penyemprotan juga bisa berpengaruh pada warna yang di timbulkan. Bila setelah di clear coat, baru kita menyadari ada kesalahan, untuk memperbaikinya, memerlukan waktu dan biaya yang jauh lebih besar. Contoh, untuk perlakukan pengecatan ulang clear coat, harus menunggu 24 jam dan proses jemur beberapa jam setelah proses pengamplasan, baru cukup aman untuk di over spray dengan cat baru. Proses pengangkatan ulang cat memang pilihan paling cepat, dengan kelemahan, pekerjaan menjadi cukup berat karena harus mengangkat semua permukaan cat yang baru kita aplikasikan, apalagi dengan kondisi masih setengah kering, membuat frustasi dalam pengamplasan.
- Alikasi clear coat : pilihlah cear coat yang menyerupai kecerahan clear coat kendaraan yang di perbaiki, bila tidak, usahakan tidak lebih buram. Kecuali pembatas faktor harga yang diminta konsumen. Usahakan memakai thinner asli bawaan clear coat yg bersangkutan. Bila tidak, usahakan memakai thinner PU yang berkwalitas. Seburuk2nya kemungkinan yang terjadi, pakailah acrilic thinner yang tidak dingin di tangan, kwalitas pekerjaan masih sulit di deteksi perbedaannya.
- Sebaiknya polishing wajib di lakukan, untuk membuat kendaraan halus di raba, dan kontour cat tidak terlalu kasar. Step pemolesan standard, di awali dengan sanding dengan grit amplas 2000 atau lebih seperlunya, di ikuti dengan ivorry compond, dan waxing. Lakukan langkah compond dengan proses pencucian dengan sabun beberapa kali untuk mencapai hasil yang benar2 baik. Sebaiknya menggunakan amplas di atas 2000, bila tidak mungkin, amplas no 2000 jangan di tekan keras, hanya di gerakkan secara mengambang, agar tidak terlalu sulit menghilangkan jejak amplasnya. Cucilah semua body kendaraan dengan sabun sebelum proses waxing. ( peringatan ; dengan proses yang baik, bengkel bisa menghasilkan kendaraan yang bebas swirl marks, hanya pekerjaa pemolesan harus mengikuti cara yang tepat seperti ( 1.memakai sepond pad, bukan bulu sepond, 2.menggunakan grid amplas yang baik, atau cara penekanan amplas yang cukup.3.Proses pencucian sabun untuk checking swirl marks atau jejak amplas.4.Aplikasi wax yang baik. )
- Proses ini sebaiknya di ulangi untuk panel2 body lain pada kendaraan bersangkutan, untuk menghilangkan debu2 cat atau clear coat, yang sangat mungkin terjadi pada saat service berlangsung.
Keadan di lapangan sering kali memaksa kita untuk lebih kreatif memecahkan masalah. Target utama dari repair adalah mencapai hasil semirip mungkin dengan keadaan semula. Penting untuk di lakukan adalah ( melihat dengan hati2, konsep utamanya Mata tidak bisa bohong, mata pasti bisa melihat bedanya bila kita melakukan service yang buruk.).
Mohon pencerahan kepada teman2 dan sahabat untuk sharing bila ada yang kurang tepat atau kesalahan pada tulisan ini untuk saling mengasah kemampuan kita memberikan service yang baik.